Judul : Masalah, Kebutuhan, Dan Sumberdaya Di Daerah Perbatasan Dan Daerah Tertinggal
Peneliti : Dra. Indah Huruswati, M.Si, Drs. Agus B Purwanto , Muhammad BELANAWANE S
Lokasi Penelitian : Banten, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat
Tahun Penelitian : 2009
Bidang : Program Managemen Pembangunan Kesejahteraan Sosial
Sejak dicanangkannya program pembangunan melalui serangkaian Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), Indonesia telah dapat menunjukkan kemajuan pada hampir seluruh aspek kehidupan, serta mampu membangun pondasi bagi pembangunan tahap berikutnya. Namun, tampaknya kebijakan pembangunan selama ini lebih berorientasi pada sektoral dan terpusat. Ada ketimpangan pembangunan antarwilayah yang menyebabkan masih terdapatnya sejumlah ‘kawasan tertinggal’, yakni berupa daerah terpencil, daerah minus, daerah kritis, daerah perbatasan, dan daerah terbelakang lainnya. Kondisi ini menyiratkan bahwa pembangunan ekonomi selama ini belum mampu menciptakan pemerataan bagi banyak daerah, terutama yang berada di daerah yang lokasinya sulit dijangkau termasuk daerah tertinggal dan beberapa wilayah perbatasan. 

Penelitian Masalah, Kebutuhan dan Sumber Daya di Daerah Perbatasan dan Tertinggal, bertujuan 1) teridentifikasinya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) baik di daerah perbatasan maupun daerah tertinggal; 2) Teridentifikasinya potensi sumber daya yang dapat mendukung pembangunan kesejahteraan sosial; dan 3) Terumuskannya pilihan-pilihan program bidang kesos bagi masyarakat pada ke dua daerah tersebut. Lokasi penelitian Kepulauan Riau, NTB, Papua Barat, Jawa Barat dan Banten.

Pada masing-masing daerah penelitian digali persepsi masyarakat dalam memahami konsep-konsep yang dimunculkan oleh Depsos tentang PMKS, sehingga dapat sekaligus menangkap makna yang dimaksud melalui persepsi masyarakat tentang PMKS dan kemudiansekaligus mengidentifikasi permasalahan-permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata masyarakat dengan kebudayaannya mempunyai persepsi tersendiri dalam menanggapi lingkungannya guna mencapai kesejahteraan sosial yang dicita-citakan sesuai dengan kebutuhan yang akan dicapai. Data-data tentang kesejahteraan sosial, khususnya masalah-masalah yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial dari kacamata masyarakat setempat (kontekstual) berhasil dikumpulkan guna pengembangan kondisi sosial masyarakat yang bersangkutan. Dari hasil penelitian direkomendasikan beberapa program/kegiatan lintas sektor disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang dirasakan warga setempat, tentunya dibedakan kebutuhan antar wilayah sesuai dengan karakteristik lingkungan kedua kawasan (perbatasan dan tertinggal).


Download (1542 Kali)




#Lokasi Penelitian
Banten,Jawa Barat,Kepulauan Riau,Nusa Tenggara Barat,Papua Barat