Judul : Studi Kebutuhan Pelayanan Anak Jalanan
Peneliti : Dra. Nunung Unayah, Drs. B. Mujiyadi, MSW,, Drs. Suradi, M.Si, Muslim Sabarisman, AKS
Lokasi Penelitian : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat
Tahun Penelitian : 2011
Bidang : Program Rehabilitasi Sosial
Keberadaan anak jalanan berkaitan langsung dengan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar anak yang meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial dan spiritual. Anak tidak tercukupi kebutuhan makan, sandang, papan,pendidikan, rasa nyaman hingga tidak mampu menjalankan fungsi sosial sebagai anak secara wajar. Oleh karenanya, anak melakukan upaya dengan cara mereka untuk memenuhi kebutuhan dimaksud. Untuk itu, anak-anak melakukan upaya mencari pemenuhan kebutuhan fisik, psikis, sosial dan spiritualnya dengan turun ke jalan, menjadi anak jalanan. Masalah yang disandang anak jalanan dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok masalah besar, yang meliputi masalah fisik dan psikis.

Masalah fisik berkaitan dengan ketidakterpenuhan kebutuhan dasar manusia kategori pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan. Hal ini berkaitan langsung dengan ketidak mampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan dasar dimaksud karena kemiskinan yang disandangnya. Dengan alasan membantu mencari nafkah bagi keluarga (sebagian malah teridentifikasi sebagai dieksploitasi oleh keluarganya) maka anak melakukan kegiatan di jalanan dari yang berupa jualan koran, rokok, premen, hingga yang ngamen, mengelap mobil, polisi ”cepek” dan bahkan cenderung melakukan tindak kriminal. Hasil dari kegiatan ini, sebagian dipakai untuk membeli kebutuhan pribadi si anak sejak makan hingga kebutuhan sekunder, dan sebagian dibawa pulang untuk keluarganya. Ditemukan bahwa terdapat anak yang membawa pulang uang yang jumlahnya sedikit, maka anak dimaksud terkena tindak kekerasan dari orang tuanya, baik ? sik maupun psikis. Masalah psikis, berkaitan dengan ketidak terpenuhan kebutuhan anak dalam keluarga. Oleh karenanya, anak cenderung pergi ke luar rumah untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhannya melalui teman-teman seusianya.
Masalah kategori ini yang lebih mendorong anak menjadi anak jalanan kategori lebih berat. Ditemukan dari anak kategori ini melakukan tindak yang dapat dikategorikan sebagai melanggar norma sosial, seperti mabuk, ngelem, penyalahgunaan obat, bahkan terdapat anak yang cenderung berperilaku seks komersial. Masalah lain yang juga ikut mewarnai masalah anak jalanan berupa eksploitasi dari orang tua atau keluarga terdekat. Ditemui adanya anak yang ikut ngamen dan minta-minta di jalanan bersama atau ditunggui oleh orang tuanya. Ini seolah merupakan anak jalanan struktural. Berkaitan dengan hal dimaksud, maka perlu dilakukan suatu langkah preventif agar tidak terjadi masalah yang lebih parah. Selain itu tentunya diupayakan langkah rehabilitatif bagi penyandang yang telah terkena imbas dari krisis, dan apabila mungkin diadakan langkah pemulihan agar setiap orang dapat menjalankan peran sosialnya secara wajar. Upaya ini tentunya menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan bahkan masyarakat itu sendiri. Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami secara spesifik masalah anak jalanan serta berbagai faktor yang berpengaruh. Selain itu dimaksudkan sebagai upaya mencari langkah alternatif untuk percepatan pengentasan para penyandangnya.
Dengan metode deskriptif kualitatif, didapatkan informasi yang akan digunakan sebagai langkah percepatan penanganannya. Langkah dimaksud meliputi penetapan kebijakan, program dan kegiatan secara komprehensif yang menyentuh bagi si anak secara langsung, penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang memadai, pemberdayaan orang tua di mana anak bertempat tinggal, penguatan lembaga serta keterpaduan antara pihak yang terlibat. Untuk tingkat Kementerian Sosial perlu dimulai koordinasi dalam penanganan anak jalanan ini dengan melibatkan Direktorat Kesejahteraan Anak sebagai unit organisasi yang secara langsung menangani anak, serta Direktorat Pemberdayaan Keluarga dan Kelembagaan, Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan dan Direktorat Jaminan Kesejahteraan Sosial.


Download (1129 Kali)




#Lokasi Penelitian
Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur,Lampung,Nusa Tenggara Barat