Judul : PENCEGAHAN STUNTING TERINTEGRASI MELALUI BANTUAN SOSIAL PROGRAM SEMBAKO DAN PENDAMPINGAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH)
Peneliti : Bilal As'adhanayadi, S.Sos, Drs, Bambang Pudjianto, M.Si, Drs. Muchtar, M.Si, Johan Arifin, S.IP, Mu,Man Nuryana, M.Sc, Ph.D, Muslim Sabarisman, AKS
Lokasi Penelitian : Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Barat
Tahun Penelitian : 2021
Bidang : Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Gizi buruk masih menjadi permasalahan global. Oleh karena itu stunting menjadi salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) : Menghilangkan Kelaparan, Mencapai Ketahanan Pangan dan Gizi yang Baik, serta Meningkatkan Pertanian Berkelanjutan. Indonesia menjadikan penanganan stunting sebagai agenda prioritas nasional, dimana mulai tahun 2018 pemerintah menetapkan 100 kabupaten/kota di Indonesia sebagai lokasi prioritas penanganan stunting. Kementerian Sosial bersinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga lain melakukan intervensi sensitif dalam pencegahan stunting terintegrasi, sebagai dukungan intervensi spesifik yang menjadi domain Kementerian Kesehatan.

Dalam intervensi sensitive, bantuan sosial Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi titik masuk Kementerian Sosial. Hasil kajian cepat pada enam Kabupaten Priorotas (Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Blora, Kabupaten Bima, Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara), menunjukan bahwa kedua program Kementerian Sosial tersebut dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga lain serta berkontribusi positif dalam pencegahan stunting.

Bantuan sosial Program Sembako bertujuan mengurangi beban pengeluaran penerima manfaat melalui pemenuhan kebutuhan pangan, membantu memberikan gizi yang lebih seimbang kepada penerima manfaat, membantu memberikan pilihan kepada penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Sedangkan Program Keluarga Harapan (PKH) bertujuan meingkatkan taraf hidup penerima manfaat melalui akses layanan Pendidikan, Kesehatan dan kesejahteraan sosial, menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian penerima manfaat dalam mengakses layanan Kesehatan dan Pendidikan serta kesejahteraan sosial.



Download (59 Kali)




#Lokasi Penelitian
Jawa Barat,Jawa Timur,Kalimantan Selatan,Nusa Tenggara Barat,Sulawesi Utara,Sumatera Barat