Judul : EVALUASI BANTUAN SOSIAL PROGRAM SEMBAKO BAGI KELUARGA PENERIMA MANFAAT
Peneliti : Bilal As'adhanayadi, S.Sos, Drs, Bambang Pudjianto, M.Si, Drs. Achmadi Jayaputra M.SI, Drs. Muchtar, M.Si, Johan Arifin, S.IP, Mu,Man Nuryana, M.Sc, Ph.D, Muslim Sabarisman, AKS
Lokasi Penelitian : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan
Tahun Penelitian : 2021
Bidang : Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Program bantuan sosial pangan pada mulanya merupakan subsidi rastra atau beras sejahtera. Pada tahun 2017 program tersebut mulai ditransformasikan menjadi program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). BPNT merupakan wujud dari upaya pemerintah dalam menstransformasikan bentuk bantuan menjadi non-tunai (cashless) dengan memberikan kendali kepada KPM melalui kartu elektronik.

Pada Tahun 2020 program BPNT mulai dikembangkan menjadi program bantuan sosial sembako. Selain memperluas cakupan penerima bantuan, program bantuan sosial sembako juga mengembangkan variasi komponen bantuan untuk membantu pemenuhan gizi seimbang yang salah satunya tujuannya untuk membantu upaya pencegahan stunting bagi penerima manfaat.

Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan sosial program sembako ini, pemerintah menaikan indeks bantuan yang awalnya senilai Rp.110.00,- menjadi Rp.200.000,-. Kenaikan indeks tersebut dalam upaya penambahan gizi, juga meringankan beban keluarga terdampak wabah pandemic COVID-19 yang melanda Indonesia sejak tahun 2020 awal.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyaluran bantuan sosial program semabko ini. Hasil temuan penelitian dalam buku ini memberikan gambaran bagaimana pelaksanaan bantuan sosial pangan ini mulai perencanaan sampai dengan bantuan bahan pangan diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat.



Download (5 Kali)




#Lokasi Penelitian
Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur,Lampung,Nusa Tenggara Barat,Sulawesi Selatan