Judul : PERLINDUNGAN SOSIAL LANJUT USIA MASA PANDEMI COVID-19: PADA INSTITUSI SOSIAL LANJUT USIA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT
Peneliti : Dra. Alit Kurniasari, MPM, Dra. Husmiati, M.Soc.Sc, Ph.D, Drs. Achmadi Jayaputra M.SI, Drs. Muchtar, M.Si
Lokasi Penelitian : Banten, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara
Tahun Penelitian : 2020
Bidang : Program Rehabilitasi Sosial

Hakekat pembangunan nasional Indonesia di segala aspek kehidupan masyarakat adalah untuk “memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial” (Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945). Diantara capaian kesejahteraan umum tersebut adalah terwujudnya kesehatan masyarakat yang semakin baik. Implikasinya, semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia dan bertambahnya jumlah penduduk berusia lanjut.

Indonesia memasuki ageing population, ditandai semakin meningkatnya persentase jumlah penduduk lanjut usia Indonesia, yang mencapai 25,66 juta jiwa (9,60 %); Lanjut usia  laki-laki 47, 65 %, dan perempuan 52,35 %; Lanjut usia muda, umur 60-69 tahun (63,82 %), Lanjut usia madya, umur 70-79 tahun (27,68 %), dan lanjut usia tua, umur 80 tahun keatas (8,50 %); Tinggal di perkotaan 52,80 %, dan di perdesaan 47,20 % (BPS, Susenas Maret, 2019). Proyeksi BPS (2015-2045), usia harapan hidup penduduk Indonesia, dari 69,8 tahun (2010) menjadi 73,4 tahun (2020), dan akan meningkat lagi menjadi 75,5 tahun pada 2045.

Data tersebut menggambarkan capaian positif pelaksanaan pembangunan khususnya sektor kesehatan  yang diselenggarakan pemerintah selama ini. Dengan tersedianya sarana prasarana kesehatan yang terus bertambah, dari sisi jumlah, dan semakin membaik kualitasnya, mulai tingkat desa/ kelurahan hingga tingkat pusat. Selain itu, juga tersedianya kebutuhan, yang diperuntukkan bagi penduduk lanjut usia, melalui berbagai program, seperti: bantuan keluarga (family support), pelayanan sosial kedaruratan bagi lanjut usia, layanan harian lanjut usia (day care services), layanan lanjut usia tangguh, posyandu/posbindu lanjut usia, dan pengembangan Kawasan ramah lanjut usia, termasuk ketersediaan layanan lanjut usia berbasis panti.

Namun, kabar kurang baiknya, terkait masa pandemic Coronavirus Disease-19 (Covid-19) adalah bahwa lanjut usia, rentan terpapar Covid-19. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan, lebih dari 95% kematian terjadi pada usia lebih dari 60 tahun atau lebih (WHO, 2020).

Kasus terpapar Covid-19 di Indonesia terus bertambah  dan mengalami peningkatan signifikan dari waktu ke waktu, dan belum diketahui kapan akan berakhir. Seperti dikemukakan, penduduk lanjut usia merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar Covid-19. Karena, dengan bertambahnya usia, akan diikuti meningkatnya kecenderungan sakit, dan memiliki keterbatasan fisik (disable) sebagai akibat terjadinya penurunan kemampuan fisik yang cukup drastis (Christensen, dkk., 2009; Gatimu dkk., 2016 dalam Seftiani, 2020). Sejalan dengan pemikiran tersebut, menurut Kusumastuti (2020),  pandemi Covid-19 meningkatkan risiko kerentanan lanjut usia, karena mobilitas yang terbatas akibat kebijakan stay at home, membuat para lanjut usia sulit untuk mengakses layanan dasar seperti layanan kesehatan. Selain terbatasnya lanjut usia mengakses perlindungan sosial lainnya, seperti memperoleh pendapatan sehingga para lanjut usia lebih rentan terhadap guncangan ekonomi. Posisi lanjut usia yang amat rentan ini tentu membutuhkan perlindungan.

Terdapat beberapa pola tempat tinggal lanjut usia Indonesia, bahwa mayoritas bersama tiga generasi (40,64%), bersama keluarga (27,30%) dan hanya tinggal Bersama pasangannya, sebesar 20,03%. Sementara yang tinggal sendiri sebesar 9,38% (Seftiani, 2020). Lanjut usia, dengan siapapun mereka tinggal, sesungguhnya memiliki kerentanan cukup tinggi terpapar Covid-19, karena kondisi fisik mereka. Posisi lanjutusia yang amat rentan ini tentu membutuhkan perlindungan.

Lanjut usia yang tinggal pada institusi sosial lanjut usia, seperti: Balai dan Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Balai-Loka RSLU) yang diselenggarakan Pemerintah Pusat (Kementerian Sosial RI.), Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia (PSRLU) yang dikelola Pemerintah Daerah, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) yang diselenggarakan oleh masyarakat, berperan penting dalam perlindungan lanjut usia, khususnya di masa pandemi Covid-19. Melalui perlindungan sosial yang diselenggarakannya, lanjut usia diharapkan tetap dapat menikmati kehidupannya secara bermartabat dan sejahtera.

Terciptanya kondisi lanjut usia yang bermartabat dan sejahtera tersebut merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah dan masyarakat. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia pada dasarnya adalah pelestarian nilai-nilai keagamaan dan budaya bangsa. Pemerintah bertugas mengarahkan, membimbing, dan menciptakan suasana yang menunjang bagi terlaksananya upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia (Pasal 7). Masyarakat mempunyai hak dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia (Pasal 22, ayat 1).

Kajian tentang perlindungan lanjut usia, sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Namun, kajian perlindungan lanjut usia masa pandemi Covid-19, belum banyak dilakukan. Untuk itu, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan  Sosial Kementerian Sosial R.I. memandang penting melakukaan  kajian ini, baik pada lembaga sosial lanjut usia yang diselenggarakan Pemerintah (Pusat, Daerah) maupun yang dilaksanakan oleh Masyarakat.



Download (388 Kali)




#Lokasi Penelitian
Banten,Jawa Barat,Sulawesi Selatan,Sulawesi Tenggara