Judul : PEMBELAJARAN DARI COVID-19: MASA DEPAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE)
Peneliti : Ayu Diah Amalia, S Sos,M.Kesos, Drs. Achmadi Jayaputra M.SI, Drs. Setyo Sumarno, M.Si, Drs. Suradi, M.Si, Ir. Ruaida Murni, Mu,Man Nuryana, M.Sc, Ph.D, Muslim Sabarisman, AKS, Sugiyanto, S.Pd, M.Si
Lokasi Penelitian : Bali, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat
Tahun Penelitian : 2020
Bidang : Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

PEMBELAJARAN DARI COVID-19: MASA DEPAN KELOMPOK USAHA BERSAMA

Kejadian pendemi Corona Virus Disease 19 (COVID-19), angka kemiskinan kembali menunjukkan kenaikan signifikan. Menurut skenario besar SMERU, ada penambahan 8.5 juta orang miskin baru sehingga jumlahnya menjadi 33.34 juta sejak bulan Maret 2020. Angka ini sama dengan jumlah kemiskinan tahun 2011.

Pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap program penanggulangan kemiskinan melalui skema bantuan sosial, perlindungan sosial, pemberdayaan sosial, dan penanganan fakir miskin. Melalui berbagai skema tersebut, diharapkan angka kemiskinan akan mengalami penurunan kembali pada akhir tahun 2024. Satu model penanggulangan kemiskinan yang telah lama dikembangkan oleh Kementerian Sosial melalui skema Pemberdayaan Sosial adalah Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Melalui KUBE, keluarga miskin akan mengalami perubahan dalam beberapa hal kunci (Kementerian Sosial, 2017): 1) Peningkatan dan penguatan kesetiakawanan sosial warga miskin dan masyarakat dalam penanganan berbagai permasalahan kesejahteraan sosial; 2) Peningkatan pendapatan anggota KUBE; 3) Peningkatan kemandirian usaha sosial ekonomi anggota KUBE; 4) Peningkatan aksesibilitas keluarga miskin terhadap pelayanan utama, fasilitas sosial publik dan sistem jaminan kesejahteraan sosial; 5) Peningkatan kepedulian dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha dalam penanganan kemiskinan; dan 6) Peningkatan ketahanan sosial masyarakat dalam pencegahan masalah kemiskinan.

Laporan penelitian ini mengumpulkan dan menginterpretasikan temuan-temuan kunci pada KUBE yang menjadi lokasi penelitian dari tiga provinsi dalam empat kabupaten dan dua kota yaitu: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kabupaten Belitung, dan Kabupaten Belitung Timur; Provinsi Bali di Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar; Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Bima. Laporan ini juga menyediakan gambaran keseluruhan dari tradisi bisnis yang bertujuan sosial yang berbeda, kecenderungan kuat, dan tantangan kunci lintas-lokasi penelitian ini. Laporan ini juga menyediakan data kunci tentang social enterprise dan eko-sistem di enam lokasi tersebut. Laporan ini juga menempatkan KUBE sebagai social enterprise dalam konteks kemasyarakatan dan ekonomi komunitas mereka, menjelaskan hubungannya dengan tradisi welfare state Indonesia. Salah satu temuan pentingnya adalah bahwa keranka kerja legal spesifik yang efektif sangat dibutuhkan untuk mendukung pengembangan KUBE sebagai social enterprise, apapun yang kita akui dan dukung untuk spektrum dan potensial utuhnya.

Penelitian ini dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (Puslitbangkesos) dengan melibatkan lebih dari sejumlah peneliti, akademisi, praktisi, dan Dinas Sosial kabupaten/kota setempat. Temuan ini didukung critical insight dari lebih dari sejumlah KUBE yaitu; pendamping, pengurus, dan anggotanya. Penelitian ini dibiayai oleh APBN  yang dialokasikan pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, dan ini menjadi sumberdaya untuk mendukung preparatory work untuk action plan tentang enterprise di kemudian hari dan Kementerian Sosial perlu memperkuat eksistensi KUBE secara nasional di tahun-tahun mendatang.



Download (549 Kali)




#Lokasi Penelitian
Bali,Bangka Belitung,Nusa Tenggara Barat