Judul : BANTUAN SOSIAL TUNAI KEMENTERIAN SOSIAL BAGI KELUARGA TERDAMPAK COVID -19
Peneliti : Aulia Rahman, S.IP, M.Si, Badrun Susantyo ,Ph .D, Bilal As'adhanayadi, S.Sos, Drs. Togiaratua Nainggolan, M.Si, Habibullah, S.Sos,M.Kesos, Johan Arifin, S.IP, Nyi. R. Irmayani, SH, M.Si, R.G. Erwinsyah, Sugiyanto, S.Pd, M.Si
Lokasi Penelitian : Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat , Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Riau , Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Utara
Tahun Penelitian : 2020
Bidang : Program Perlindungan dan Jaminan Sosial

Dampak pandemi COVID-19 bagi keluarga miskin dan rentan miskin yakni berkurangnya pendapatan dan kehilangan pekerjaan yang berakibat pada kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kementerian Sosial merespon dengan memberikan bantuan sosial sembako dan tunai dalam penanganan dampak COVID-19.

Program Jaring Pengaman Sosial melalui Bantuan Sosial Tunai, merupakan salahsatu kebijakan pemberian bantuan stimulan berupa uang tunai yang bertujuan untuk membantu masyarakat miskin dan warga terdampak COVID-19 agar mampu mempertahankan kehidupannya tidak jatuh miskin yang lebih dalam.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan mematuhi protokol COVID-19. Wawancara dilakukan menggunakan kuesioner berbasis computer-assisted personal interviewing (CAPI) yang dilaksanakan di 12 provinsi, 43 kabupaten/kota dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebagai enumerator.

Penelitian cepat ini memperlihatkan bahwa Bantuan Sosial Tunai dapat memenuhi kebutuhan keluarga penerima manfaat selama 2-3 minggu dan dimanfaatkan untuk kebutuhan makanan, kesehatan, dan membayar hutang. Responden menyatakan bahwa bantuan sosial dengan bentuk uang tunai lebih disukai dibandingkan dengan bantuan sosial berbentuk barang atausembako. Pasca  Bantuan Sosial Tunai, responden berharap adanya program-program lanjutan  dari pemerintah, antara lain berupa modal dan rintisan usaha (44,59%), serta bantuan sosial lanjutan (29,54%).

Dari sisi implementasi program, dapat dilihat bahwa informasi penerimaan Bantuan Sosial Tunai sebagian besar berasal dari RT/RW dan aparat Desa/kelurahan setempat. Disamping itu penyaluran BST melalui PT Pos Indonesia sebagian besar diambil oleh penerimanya di Kantor Pos. Sebagian besar responden penerima BST (86,49%) menyatakan belum pernah menerima bantuan sosial lain dan merasa layak menerima (97,92%) serta rela berbagi bantuan (63,16%) dengan mereka yang tidak menerima.



Download (24 Kali)




#Lokasi Penelitian
Banten,Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur,Kalimantan Barat ,Lampung,Maluku,Nusa Tenggara Barat,Riau ,Sulawesi Selatan,Sulawesi Utara,Sumatera Utara