Judul : Bantuan Stimulan Pemulihan Sosial
Peneliti : Drs. B. Mujiyadi, MSW,, Drs. Gunawan, Drs. Suyanto, Habibullah, S.Sos,M.Kesos, Ivo Noviana ,S sos .M.Si, Sugiyanto, S.Pd, M.Si, Yanuar Farida Wismayanti, S.ST, MA
Lokasi Penelitian : Banten, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat , Sulawesi Barat, Sumatera Barat
Tahun Penelitian : 2012
Bidang : Program Perlindungan dan Jaminan Sosial
Merespon perubahan hubungan antara pusat dengan daerah dan peran lintas sektor dalam penanggulangan bencana maka Kementerian Sosial RI mulai tahun 2011 merubah bantuan stimulan bahan bangunan rumah (BBR) bagi korban bencana menjadi Bantuan Stimulan Pemulihan Sosial dengan nama Bantuan Stimulan Bahan Bangunan Rumah berupa uang melalui kelompok masyarakat penerima bantuan. Perubahan tersebut berupa mekanisme program dengan memberikan bantuan tunai (cash transfer) kepada kelompok penerima manfaat. Oleh karena itu diperlukan penelitian dengan tujuan untuk mengevaluasi implementasi dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat bantuan stimulan pemulihan sosial. Penelitian evaluasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dilaksanakan di Provinsi Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat dan Gorontalo.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme bantuan stimulan pemulihan sosial berupa uang melalui kelompok relatif lebih baik dibanding dengan mekanisme BBR sebelumnya melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa (bahan bangunan atau rumah) dan dikerjakan oleh TNI. Hal tersebut disebabkan penerima manfaat mempunyai kebebasan dalam menentukan bentuk, luas, pembangunan rumah yang akan dibangun/rehabilitasi dan mampu mengurangi jalur birokrasi sehingga bantuan stimulan dapat diterima secara cepat dan tepat jumlahnya. Fisik bangunan rumah bervariasi tergantung dengan mekanisme bantuan rehabilitasi atau relokasi dan kemampuan penerima manfaat untuk mengoptimalkan bantuan stimulan. Di beberapa daerah program ini mampu menstimuli masyarakat dan Pemda untuk berperan aktif dalam pemulihan sosial korban bencana namun pendataan, sosialisasi, pendampingan sosial masih lemah dan fungsi kelompok hanya terkesan hanya pemenuhan syarat admistrasi program.
Dukungan pemerintah daerah, kearifan lokal, nilai-nilai kegotongroyongan, peran media massa dan LSM serta kepedulian masyarakat terhadap bencana merupakan faktor pendukung program. Sementara itu penerima manfaat belum terlatih dalam admistrasi pertanggungjawaban, kondisi sosial ekonomi penerima manfaat, tidak ada pendampingan, lemahnya koordinasi dan proses yang masih relatif lama merupakan faktor penghambat program.
Penelitian ini merekomendasikan bahwa pendataan calon penerima manfaat melibatkan perangkat desa dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota dengan indikator yang jelas, penguatan kelembagaan kelompok dan pendampingan sosial bagi penerima manfaat dan keterbukaan informasi publik.

Kata kunci: Penanganan bencana, perlindungan sosial, pemulihan sosial, bantuan tunai

Download (931 Kali)




#Lokasi Penelitian
Banten,Gorontalo,Jawa Barat,Jawa Timur,Kalimantan Barat ,Sulawesi Barat,Sumatera Barat