Judul : KONTRIBUSI PROGRAM KEMENTERIAN SOSIAL DALAM PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN
Peneliti : Ayu Diah Amalia, S Sos,M.Kesos, Dra. Indah Huruswati, M.Si, Drs, Bambang Pudjianto, M.Si, Drs. Achmadi Jayaputra M.SI, Drs. Agus B Purwanto , Drs. M. Syawie, MS, Drs. Muchtar, M.Si, Johan Arifin, S.IP, Muhammad BELANAWANE S, Muslim Sabarisman, AKS
Lokasi Penelitian : Bali, Bangka Belitung, Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Nanggro Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Barat, Riau , Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat , Sumatera Selatan, Sumatera Utara
Tahun Penelitian : 2019
Bidang : Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Kementerian Sosial sejak tahun 2015 melaksanakan program dan kegiatan dengan sasaran golongan masyarakat terbawah yang disebut  juga fakir miskin. Ditandai dengan kepala keluarga atau anggota keluarganya  mempunyai pekerjaan, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Banyak juga keluarga yang tidak memliki pekerjaan tetap, sehingga sulit memenuhi kebutuhan dasar dan keperluan lainnya. Kebutuhan dasar terutama terdiri dari pangan, sandang, dan papan. Ketiganya masih banyak yang belum terpenuhi, sehingga adanya program dan kegiatan dalam penanganan kemiskinan sudah membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan sadar dalam waktu tertentu. Program dan kegiatan yang dilakukan dengan model bantuan sosial berupa dana dan bahan pangan menjadi kegiatan pokok dalam membantu keluarga fakir miskin untuk bertahan hidup dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan memberi arah bagi keluarga untuk dapat mengakses terkait dengan aspek pendidikan dan kesehatan. Bantuan yang diterima memberi harapan bagi anggota keluarga untuk tetap sekolah sampai Pendidikan dasar dan menengah. Anak-anak usia sekolah harus menyelesaikan pendidikannya, tidak ada alasan lagi orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya. Anak-anak dan anggota keluarga lainnya harus memeriksakan kesehatan ke sarana kesehatan terdekat dan terjangkau. Bantuan sosial berupa bahan pangan menjadi satu cara keluarga dalam mempertahankan kehidupannya. Keluarga menerima bantuan beras tiap bulan untuk tiap keluarga. Jumlahnya terbatas dan hanya untuk keluarga kecil, tetapi telah meringankan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pokok berupa beras. Memang untuk masyarakat yang berada daerah Indonesia bagian barat atau bagian tengah beras merupakan makanan pokok. Tetapi masyarakat yang berada daerah Indonesia bagian timur makanan pokoknya mengalami peralihan dari sagu ke beras. Oleh karena itu penyaluran beras masih menjadi bahan perbincangan karena terkait dengan kondisi geogra?s dan lokasnya, sehingga diterima belum sesuai jadual tertentu. Walaupun demikian, Kementerian Sosial telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam keluarga yang menerima bantuan sosial tersebut. Selain itu masih ada kegiatan lain yang sudah meyentuh keluarga miskin dengan sasaran secara perorangan, kelompok, dan komunitas. Diantaranya keluarga miskin sudah memperoleh berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga, bantuan sosial ekonomis produktif, dan bantuan lainnya. Banyak yang sudah dirasakan masyarakat di perkotaan dan perdesaan.



Download (14 Kali)




#Lokasi Penelitian
Bali,Bangka Belitung,Banten,D.I Yogyakarta,Jawa Barat,Jawa Timur,Kalimantan Timur,Kepulauan Riau,Lampung,Maluku,Nanggro Aceh Darussalam,Nusa Tenggara Barat,Riau ,Sulawesi Tengah,Sulawesi Tenggara,Sulawesi Utara,Sumatera Barat ,Sumatera Selatan,Sumatera Utara