Judul : ARAH BARU PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL INDONESIA TAHUN 2020 - 2024
Peneliti : Badrun Susantyo ,Ph .D, Drs. B. Mujiyadi, MSW,, Drs. Suradi, M.Si, Drs. Togiaratua Nainggolan, M.Si, Habibullah, S.Sos,M.Kesos, Mu,Man Nuryana, M.Sc, Ph.D, Nyi. R. Irmayani, SH, M.Si, Sugiyanto, S.Pd, M.Si
Lokasi Penelitian : Bangka Belitung, Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, Nanggro Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara
Tahun Penelitian : 2019
Bidang : Program Perlindungan dan Jaminan Sosial

Penyelenggaraan kesejahteraan sosial oleh pemerintah telah menunjukkan hasilnya yang ditandai dengan te rjadinya penurunan angka kemi skinan dan permasalahan sosial lainnya. Tetapi penurunan angka kemiskinan yang dicapai pada lima tahun terakhir ini sesungguhnya bisa lebih tinggi lagi dari penurunan angka yang dicapai saat ini. Kondisi yang dinilai menyebabkan belum optimalnya kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial terletak pada regulasi, sumber daya manusia kesejahteraan sosial, kewenangan Pusat dan Daerah, peran Pusat, pengelolaan data, pendekatan program, dan sinergitas.

Berbagai tantangan menyertai berbagai permasalahan dan tidak bisa dihindari, baik dari internal, kawasan regional maupun internasional, seperti struktur demografi, kondisi geografi, revolusi industri (4.0), globalisasi dan Social Development Goals (SDGs) serta berbagai deklarasi di tingkat ASEAN maupun Internasional terkait dengan pembangunan sosial dan kemanusiaan.

Pendekatan developmental menawarkan sebuah arah untuk mengoptimalkan kinerja penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Pendekatan ini menekankan pada pentingnya pemberdayaan, pemerintah sebagai regulator, pengarusutamaan masyarakat dalam pembangunan, investasi sosial, perencanaan dari bawah, sinergi/kolaborasi, dan prevensi.

Pencegahan, pemberdayaan, ruang luas bagi badan usaha dan organisasi masyarakat sipil, dan peran Pusat sebagai regulator dalam kerangka penyelenggaraan kesejahteraan sosial, merupakan langkah taktis yang bisa menyelesaikan berbagai masalah dan melewati tantangan yang dinamis. 



Download (133 Kali)




#Lokasi Penelitian
Bangka Belitung,Banten,D.I Yogyakarta,Jawa Barat,Jawa Timur,Kalimantan Selatan,Kalimantan Timur,Maluku,Maluku Utara,Nanggro Aceh Darussalam,Nusa Tenggara Barat,Nusa Tenggara Timur,Papua,Papua Barat,Sulawesi Barat,Sulawesi Selatan,Sumatera Utara