Judul : Evaluasi Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU)
Peneliti : Drs. Gunawan, Drs. Setyo Sumarno, M.Si, Drs. Togiaratua Nainggolan, M.Si, Ir. Ruaida Murni
Lokasi Penelitian : Bali, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Papua
Tahun Penelitian : 2011
Bidang : Program Rehabilitasi Sosial
Sebagai konsekuensi pembangunan (terutama di bidang kesehatan) terjadi peningkatan usia harapan hidup. Akibatnya jumlah anjut usia meningkat. BPS (2008) mencatat jumlah lanjut usia mencapai 19.502.355 jiwa, dan pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 28.822.879 jiwa. Kementerian Sosial RI (2008) mencatat jumlah lanjut usia terlantar sebanyak 1.644.002 jiwa, dan pada tahun 2009 bertambah menjadi 2,994.330 jiwa. Sebagai bentuk kepedulian negara terhadap lanjut usia terlantar, pemerintah melalui Kementerian Sosial RI menyelenggarakan Program Jaminan Sosial Lanjut Usia Uji coba dilakukan sejak tahun 2006, dan hingga tahun 2010 terealisasi di 29 provinsi dengan jumlah sasaran 10.000 jiwa lanjut usia. Diharapkan tahun 2011 akan mencapai seluruh provinsi (33 provinsi), dengan jumlah sasaran 11.250 jiwa.

Tujuan dari penelitian adalah (1) mendiskripsikan implementasi program jaminan sosial lanjut usia, (2) mendiskripsikan pengaruh program JSLU terhadap kesejahteraan lanjut usia penerima program, (3) mengidentifkasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan JSLU sebagai program yang berlaku permanen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif, sumber data diperoleh dari, penerima program atau anggota keluarga, tokoh masyarakat di lingkungan penerima program JSLU, aparat kelurahan yang menangani permasalahan sosial, pendamping program JSLU, dan Instansi sektor yang mempunyai komitmen dengan program JSLU. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara, wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD) dan studi dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum program telah berjalan sebagaimana ditetapkan dalam rancangan program. Sejalan dengan hal ini lanjut usia penerima jaminan sosial merasakan manfaat fsik, psikologis, dan sosial. Secara fsik lanjut usia mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, walaupun masih sebatas pangan dan sandang dengan standar minimal. Pada aspek psikologis lanjut usia mengaku merasa lebih nyaman dengan hidupnya, tumbuh rasa percaya diri, harga dirinya meningkat karena merasa dibutuhkan keluarga, dan mempunyai posisi tawar sehubungan dengan dana jaminan sosial. Sementara pada aspek sosial, hubungan dengan anggota keluarga semakin harmonis, dan interaksi sosial dengan lingkungan sekitar meningkat walaupun cenderung satu arah. Selanjutnya demi keadilan sosial, penyelenggara wajib mengadakan akselerasi penjangkauan program hingga kuota mencapai seluruh lanjut usia yang memenuhi kriteria di Indonesia, mengoptimalkan fungsi pendampingan, dan mensinergikan program tersebut dengan program terkait untuk mengentaskan keluarga lanjut usia yang juga menjadi penyandang masalah kesejahterasan sosial

Download (2643 Kali)




#Lokasi Penelitian
Bali,Gorontalo,Kalimantan Selatan,Papua