Judul : Kerelawanan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Terhadap Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial
Peneliti : Aulia Rahman, S.IP, M.Si, Dr. Hari Harjanto Setiawan, AKS, M.Si, Dra. Alit Kurniasari, MPM, Dra. Haryati Roebyantho, Dra. Husmiati, M.Soc.Sc, Ph.D, Dra. Mulia Astuti, M.Si, Drs. Ahmad Suhendi, M.Si, Drs. Setyo Sumarno, M.Si, Ir. Ruaida Murni
Lokasi Penelitian : D.I Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan
Tahun Penelitian : 2018
Bidang : Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial mengamanatkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Salah satu subjek yang berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial adalah masyarakat. Peran masyarakat sesuai dengan PP Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dapat dilakukan melalui perseorangan, keluarga, organisasi keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, badan usaha, Lembaga Kesejahteran Sosial, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Asing. Sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan peran masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, Kementerian Sosial membentuk Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) pada tahun 2009 dan terlegitimasi sebagai salah satu sumberdaya manusia (SDM) penyelenggara kesejahteraan sosial yang masuk dalam rumpun relawan sosial (Pasal 14 Permensos RI Nomor 16 Tahun 2017).



Download (29 Kali)




#Lokasi Penelitian
D.I Yogyakarta,Kalimantan Selatan,Nusa Tenggara Barat,Sumatera Selatan