Judul : OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI PENDAMPING SOSIAL Studi di Empat Kota di Indonesia
Peneliti : Badrun Susantyo ,Ph .D, Drs. Anwar Sitepu , MPM, Drs. B. Mujiyadi, MSW,, Drs. Suradi, M.Si, Drs. Togiaratua Nainggolan, M.Si, Habibullah, S.Sos,M.Kesos, Nyi. R. Irmayani, SH, M.Si, Sugiyanto, S.Pd, M.Si
Lokasi Penelitian : Sulawesi Selatan
Tahun Penelitian : 2018
Bidang : Program Managemen Pembangunan Kesejahteraan Sosial

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, mengamanatkan bahwa dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial mensyaratkan adanya sumber dayamanusiakesejahteraansosial. SDM Kesejahteraan sosial ini terdiri atas 1) Tenaga Kesejahteraan Sosial, 2) Pekerja Sosial Profesional, 3) Penyuluh Sosial dan 4) Relawan Sosial. Turut memperkuat Undang Undang Nomor 11 Tahun 2009 tersebut, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskinpun mensyaratkan SDM Kesejahteraan Sosial ditambah adanya Tenaga Pendamping dalam penyelenggaraannya.

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan kesejahteraan  sosial,  menyebutkan  bahwa SDM Kesejahteraan sosial adalah sumber daya manusia yang melakukan penyelenggaraan kesejahteraan sosial; baik langsung maupun tidak langsung yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan/ atau perlindungan sosial (Pasal 69 dan Pasal 72). Tujuan penyelenggaraan kesejahteraan sosial tersebut seiring dengan amanat Sustainable Development Goals (SDGs)1, di mana Indonesia adalah salah-satu negara yang meratifikasi tujuan pembangunan dimaksud.



Download (27 Kali)




#Lokasi Penelitian
Sulawesi Selatan