Judul : PEMENUHAN GIZI KELUARGA MISKIN PENERIMA BANTAUAN PANGAN NON TUNAI
Peneliti : Ayu Diah Amalia, S Sos,M.Kesos, Dra. Indah Huruswati, M.Si, Drs, Bambang Pudjianto, M.Si, Drs. Achmadi Jayaputra M.SI, Drs. Agus B Purwanto , Drs. M. Syawie, MS, Drs. Muchtar, M.Si, Drs. Suyanto, Muhammad BELANAWANE S, Muslim Sabarisman, AKS
Lokasi Penelitian : Jambi
Tahun Penelitian : 2018
Bidang : Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Kemiskinan, merupakan masalah sosial yang senantiasa relevan dikaji, karena kemiskinan tidak semata ketiadaan, kekurangan, dan keterdesakan ekonomi. Penting dipahami bahwa kemiskinan juga merupakan perwujudan dari realitas kegagalan seseorang atau sekelompok orang dalam memenuhi kebutuhan hidup, hak dasar, keadilan dalam perlakuan hukum, kesetaraan gender dan kehidupan yang beradab dan bermartabat.

Kondisi kemiskinan di Indonesia tercatat pada bulan September 2017, jumlah penduduk miskin penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan mencapai 26, 58 juta orang (10, 12 persen), berkurang sekitar 1, 19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27, 77 juta orang (10, 64 persen) (BPS; 2017). Meski jumlah penduduk miskin mengalami pengurangan di tahun 2017, masalah kemiskinan tetap menjadi perhatian utama untuk ditanggulangi. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 166 Tahun 2014 tentang Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, bahwa kemiskinan memerlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh.

Program-program untuk mengurangi beban penduduk miskin dan rentan terus dilaksanakan oleh pemerintah, diantaranya melalui kebijakan pengembangan dan penguatan sistem penyediaan layanan dasar, peningkatan efektivitas program Bidik Misi, penataan asistensi sosial seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Program selanjutnya seperti: perluasan cakupan kepesertaan jaminan sosial, serta integrasi data kependudukan dan kepesertaan jaminan sosial. Salah satu program pengentasan kemiskinan yang dirasa cukup berhasil misalnya, bantuan tunai bersyarat melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu program-program lainnya yang terus berlanjut seperti: transformasi beras untuk keluarga sejahtera(Rastra) menjadibantuanpangan, sertakeberlanjutan subsidi energi dan pupuk, bantuan iuran jaminan kesehatan/ KIS, bantuan pendidikan melalui KIP, bantuan sosial di luar sistem keluarga, dan jaminan sosial lainnya yangdiharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan.



Download (101 Kali)




#Lokasi Penelitian
Jambi