Judul : Anak Pekerja Migran Perempuan dan Tantangan Bonus Demografi
Peneliti : Aulia Rahman, S.IP, M.Si, Dr. Hari Harjanto Setiawan, AKS, M.Si, Dra. Alit Kurniasari, MPM, Dra. Haryati Roebyantho, Dra. Husmiati, M.Soc.Sc, Ph.D, Dra. Mulia Astuti, M.Si, Drs. Ahmad Suhendi, M.Si, Drs. Nurdin Widodo,M.Si, Drs. Setyo Sumarno, M.Si, Drs. Suradi, M.Si, Ir. Ruaida Murni, Muslim Sabarisman, AKS
Lokasi Penelitian : Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat , Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara
Tahun Penelitian : 2018
Bidang : Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Pekerja migran perempuan merupakan fenomena global, tidak hanya di Indonesia tetapi di sejumlah negara lain. Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menekan jumlah pengangguran adalah dengan memanfaatkan peluang kerja antar negara dengan mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri. Fenomena pengiriman tenaga kerja merupakan bagian dari migrasi internasional yang dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, baik faktor penarik maupun faktor pendorong. Kondisi yang kurang menguntungkan di daerah asal, misalnya, berperansebagaifaktorpendoronguntukbermigrasi ke luar negeri. Sementara itu kondisi yang lebih baik dianggap menguntungkan di luar negeri, merupakan daya tarik untuk bermigrasi ke luar negeri. Baik faktor pendorong maupun penarik tidak lepas dari faktor ekonomi. Oleh karenanya migrasi, termasuk migrasi internasional, selalu terkait dengan keputusan yang bersifat rational economic. Keinginan meningkatkan pendapatan, sebagai contoh, menyebabkan orang memilih bekerja di luar negeri sebagai pekerja migran. Mengingat bahwa komposisi migran internasional semakin didominasi perempuan, hal ini sekaligus menunjukkan perubahan peran.



Download (54 Kali)




#Lokasi Penelitian
Jawa Barat,Jawa Timur,Kalimantan Barat ,Lampung,Nusa Tenggara Barat,Nusa Tenggara Timur,Sulawesi Selatan,Sumatera Utara