Judul : Kondisi Anak Berkonflik Hukum (ABH) Di LP Dewasa Dan LPKS
Peneliti : Badrun Susantyo ,Ph .D, Dr. Hari Harjanto Setiawan, AKS, M.Si, Dra. Alit Kurniasari, MPM, Dra. Husmiati, M.Soc.Sc, Ph.D, Dra. Mulia Astuti, M.Si, Nyi. R. Irmayani, SH, M.Si
Lokasi Penelitian : Bengkulu, Kalimantan Barat , Sulawesi Tenggara
Tahun Penelitian : 2017
Bidang : Program Rehabilitasi Sosial

Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan kelangsungan Negara Indonesia, maka Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahaan Perlindungan Anak menyatakan bahwa setiap anak harus dilindungai dari tindak kekerasan dan diskriminasi dan selanjutnya Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan dan Pidana Anak yang mencantumkan kewajiban untuk mengutamakan pendekatan Restoratif Justice (Keadilan Restoratif ) dan Diversi pada Anak Berkonflik Hukum (ABH). Melalui Diversi, diharapkan anak memperoleh pengalihan penanganan kasus, tidak sampai pada proses penuntutan atau putusan sidang. Proses diversi dapat dilakukan pada setiap tahap proses peradilan, mulai dari sebelum proses peradilan, selama proses peradilan sampai pada putusan peradilan. Dengan demikian upaya tersebut dapat meminimalkan penempatan ABH di LP dewasa, melainkan menempatkan anak di Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) untuk memperoleh rehabilitasi sosial.



Download (105 Kali)




#Lokasi Penelitian
Bengkulu,Kalimantan Barat ,Sulawesi Tenggara