Judul : Komplementaritas Program Bantuan Sosial Dalam Pemenuhan Kebutuhan Dasar Keluarga Penerima Manfaat Kajian Cepat Pada Enam Daerah Indonesia
Peneliti : Ayu Diah Amalia, S Sos,M.Kesos, Dra. Indah Huruswati, M.Si, Drs, Bambang Pudjianto, M.Si, Drs. Achmadi Jayaputra M.SI, Drs. M. Syawie, MS, Drs. Muchtar, M.Si, Drs. Suyanto, Muhammad BELANAWANE S
Lokasi Penelitian : Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat
Tahun Penelitian : 2017
Bidang : Program Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan

Kemiskinan masih menjadi permasalahan sosial besar Indonesia. Hal itu sekurangnya terlihat pada data BPS per Maret 2017 bahwa penduduk miskin Indonesia berjumlah 27,77 juta orang (10,64 persen). Pemerintahan sekarang menargetkan, angka kemiskinan turun pada kisaran 8 persen di akhir 2019. Dalam kaitan itu, diselenggarakanlah komplementaritas program bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan secara integral (menyatu). Dalam penyelenggaraan komplementaritas program bantuan sosial bagi keluarga miskin, Kementerian Sosial mempunyai peran strategis, yakni leading sector bagi terselenggarakannya komplementaritas secara efektif.

Hasil kajian cepat pada enam lokasi/daerah yaitu: Kota Payakumbuh-Sumatera Barat, Kabupaten Bandung Barat-Jawa Barat, Kabupaten Sukoharjo-Jawa Tengah, Kabupaten Lombok Tengah-Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Barito Kuala-Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Gowa-Saulawesi Selatan menunjukkan, meskipun sebagian besar responden (61,30 persen) merasa tingkat kebutuhan dasarnya cukup terpenuhi melalui komplementaritas program bantuan sosial, dalam pengertian mereka telah menerima program bantuan sosial secara komplementaritas, namun masih terdapat responden yang merasa kebutuhan dasarnya belum/ tidak terpenuhi, dengan alasan: (i) mereka telah menerima kartu program, namun bantuan belum bisa cair; (ii) mereka merasa, iv pemerintah belum cukup memenuhi kebutuhan dasar mereka rumah layak huni, sanitasi, dan pangan yang dibutuhkan [bantuan pangan yang diberikan baru berupa beras (karbohidrat)], sehingga belum terpenuhinya kebutuhan gizi keluarga mereka.



Download (32 Kali)




#Lokasi Penelitian
Jawa Barat,Jawa Tengah,Nusa Tenggara Barat,Sumatera Barat