Judul : Kapasitas Institusi Wajib Lapor dalam Penanganan Korban Penyalahgunaan Napza
Peneliti :
Lokasi Penelitian :
Tahun Penelitian : 2015
Bidang : Program Rehabilitasi Sosial

Laporan hasilpenelitian tentang KAPASITAS INSTITUSI WAJIB LAPORAN DALAM PENANGANAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA’ ini dapat
diselesaikan sesuai rencana.Sebagaimana diketahui, bahwa pada saat ini Indonesia dinyatakan sebagai negara darurat narkoba. Hal ini didasarkan pada situasi, dimana jumlah kasus dan korban penyalahgunaan narkoba atau napzadi Indonesia cukup besar, dan trendnya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. BNN (2013) mencatat korban penyalahgunaan napza
di Indonesia berjumlah 4.5 juta orang. Sebagian besar korban masukkelompok usia produktif, yaitu pada usia 15-39 tahun. Situasi yang makin mengkhawatirkan, karena saat ini anak-anak usia SD pun sudah menjadi korban penyalahgunaan napza. Merespon situasi tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan, bahwa bagi sesorang yang benar-benar sebagai pecandu atau korban
penyalahgunaan napza, maka mereka itu tidak akan dipenjara. Mereka memperoleh hak untuk mendapatkan rehabilitasi medis maupun sosial di IPWL-IPWL yang sudah disiapkan. Berkenaan dengan itu, Kementerian Sosial RI sudah menyiapkan 118 unit IPWL, baik milik pusat, pemerintah daerah dan masyarakat.Seiring dengan kebijakan rehabilitasi, maka IPWL-IPWL tersebut
perlu disiapkan sebaik-baiknya, berkaitan dengan kelembaaan, regulasi, sumber daya, sarana prasarana, dana dan program. Untuk mengetahui kesiapan IPWL-IPWL tersebut, Puslitbangkesos melaksanakan penelitian evaluasi terhadap IPWL-IPWL yang ada di Sumatera Utara, Yogyakarta dan Jawa Timur. IPWL yang menjadi sasaran penelitian ini berjumlah
13 unit IPWL. Dari jumlah tersebut satu unit milik Pusat, dua unit milik Pemerintah Daerah dan 10 unit milik masyarakat.Berdasarkan hasil penelitian, semua IPWL dikatakan siap
untuk memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi korban penyalahgunaan napza. Meskipun demikian, untuk meningkatkan kapasitas IPWL tersebut, perlu ditempuh langkah-langkah segera, baikyang terkait dengan regulasi maupun implementasinya. Kritik dan saran sangat diharapkan guna penyempurnaan penelitian di masa yang akan datang. Selanjutnya, diharapkan semoga hasilpenelitian ini dapat menyediakan bahan bagi Direktorat Pelayanan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Kementerian Sosial, dan para pemangku kepentingan yang penyelenggarakan program penanganan korban penyalahgunaan napza



Download (3195 Kali)




#Peneliti
#Lokasi Penelitian