Judul : Pengembangan Komunitas Peduli Anak
Peneliti : Dra. Alit Kurniasari, MPM
Lokasi Penelitian : Jawa Timur, Kalimantan Barat , Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara
Tahun Penelitian : 2006
Bidang : Program Rehabilitasi Sosial
Penelitian pengembangan komunitas peduli anak bertujuan untuk mengidentifikasi latar belakang pembentukan komunitas peduli anak, mengidentifikasi potensi dan sumber yang dapat dimanfaatkan komunitas untuk mengembangkan kepedulian komunitas serta mengidentifikasi bagaimana bentukbentuk kepedulian komunitas. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif melalui studi kasus yang dilakukan di 6 wilayah (Sumatera Utara/Medan, Sumatera Selatan/Palembang, Kalimantan Barat/Pontianak, Jawa Timur/Surabaya, Sulawesi Selatan/Makasar, Nusa Tenggara Timur/Timor Tengah Selatan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan komunitas peduli anak dilatarbelakangi oleh kondisi faktual di masing-masing wilayah. Banyaknya permasalahan anak-anak terlantar dan anak jalanan telah memprakarsai tokoh agama, kelompok remaja mesjid dan praktisi sosial, untuk membangun komunitas peduli anak. Pandangan tentang anak dan kebutuhannya memotivasi komunitas untuk memenuhi kebutuhan dan hak anak. Pendampingan secara intensif dari tokoh komunitas, lembaga sosial masyarakat yang peduli anak didukung keterlibatan pengusaha setempat maupun pemerintah menjadi sumber motivasi bagi anggota masyarakat untuk berpartisipasi aktif kedalam komunitas. Kepedulian diwujudkan dalam bentuk kelompok belajar, kelompok bermain dan TK, taman bacaan anak, pemberian beasiswa bagi anak jalanan yang mampu sekolah dan pelatihan keterampilan. Pada beberapa wilayah, pelayanan sosial tidak hanya bagi anak, tetapi juga menjangkau keluarga atau orang tua, melalui pemberian keterampilan usaha. Potensi dan sumber pendukung untuk mengembangkan komunitas seperti nilai ajaran agama sebagai pengikat kegiatan komunitas, selain pandangan masyarakat tentang hak anak dan kebutuhannya, yang berpihak pada anak dan tidak bias gender. Dukungan pengusaha setempat terhadap kelanjutan pendidikan serta keterlibatan LSM yang peduli pada kesehatan dan pendidikan anak, termasuk mengikutsertakan keluarga pada pelatihan usaha ekonomi produktif.
Dukungan pemerintah melalui paket belajar dan pelatihan keterampilan telah memberi warna pada kegiatan komunitas. Adapun hambatan yang dihadapi komunitas seperti terbatasnya jaringan kerja komunitas, minimnya pemahaman masyarakat bahwa komunitas sebagai ‘modal sosial’ yang dapat dikembangkan, belum adanya kesamaan antara dukungan pemerintah dengan kebutuhan komunitas. Oleh karenanya, untuk mengembangkan komunitas peduli anak perlu membentuk jejaring kolaboratif antar sektor terkait; dunia usaha, masyarakat peduli anak dan pemerintah, perlunya mengkampanyekan kegiatan peduli anak agar kesadaran masyarakat pada kebutuhan dan hak anak semakin meningkat, peningkatan kemampuan pekerja komunitas, fasilitasi pemerintah disesuaikan dengan kebutuhan komunitas, kebijakan tentang keberadaan komunitas sebagai bagian dari Sistem Kesejahteraan Nasional Indonesia.
Kata kunci: Hak Anak, Pelayanan Sosial Anak, Komunitas Peduli Anak

Download (3811 Kali)




#Lokasi Penelitian
Jawa Timur,Kalimantan Barat ,Nusa Tenggara Barat,Sulawesi Selatan,Sumatera Selatan,Sumatera Utara