Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai Kementerian yang melaksanakan tugas pembangunan kesejahteraan sosial terus melaksanakan tugasnya dengan merefresh dan renew program-program pembangunan kesejahteraan sosial. Pada tahun 2013 atas inisiatif Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklitkesos) kembali memperkenalkan program barunya, yaitu Program Pelayanan Kesejahteraan Sosial Terpadu (PKST). Sebuah program untuk pembangunan kesejahteraan di daerah. Dengan kata lain, Kementerian Sosial bersinergi dengan pemerintah daerah untuk dapat mendayagunakan sumber daya, kemampuan dan potensi yang ada secara optimal di daerah tersebut.

Ruang lingkup Program Pelayanan Kesejahteraan Sosial Terpadu (PKST) adalah:

Pengembangan Model Kebijakan, Stregegi dan Program Kesejahteraan Sosial menuju Kota Sejahtera melalui :
Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia kesejahteraan sosial,
Penelitian dan Pengembangan kesejahteraan sosial,
Penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial,
Penyediaan sumber daya manusia kesejahteraan sosial dan pengembangan profesi pekerjaan sosial
Pengembangan system sertifikasi sumberdaya manusia kesejahteraan sosial dan akreditasi lembaga kesejahteraan sosial, dan
Bidang lainnya yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
Penyelenggaraan program kesejahteraan sosial secara terpadu dalam rangka menanggulangi masalah kemiskinan dan masalah sosial lainnya di bidang :
Pencegahan masalah sosial
Pelayanan rehabilitasi sosial
Pemberdayaan sosial
Perlindungan sosial
Jaminan sosial, dan lainnya yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.
Salah satu langkah awal Kemensos untuk memulai program ini yaitu Launching dan penandatanganan MoU dengan para pemimpin dari 5 Pemerintah kabupaten/kota yang menjadi Pilot Project dari PKST tersebut di Hotel Bidakara Jakarta pada hari Rabu, 1 Mei 2013. Adapun 5 daerah tersebut yaitu:

1. Kabupaten Sragen Jawa Tengah

2. Kabupaten Berau Kalimantan Timur

3.Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan

4. Kota Payakumbuh Sumatera Barat

5. Kota Sukabumi Jawa Barat

Pada sambutannya Menteri Sosial RI, Salim Segaf Aljufri menjelaskan alasan dipilihnya 5 kabupaten/kota tersebut “Kami memberikan apresiasi kepada kabupaten dan kota yang punya perhatian dalam meningkatkan taraf kesejahteraan sosial”.

Dalam mewujudkan kota dan kabupaten yang sejahtera melaui program PKST, Kementerian Sosial melalui 3 lembaga penelitiannya, akan melakukan riset untuk memperoleh berbagai gambaran tentang lokasi yang menjadi pilot project PKST, agar tujuan program dapat terlaksana dengan maksimal.

Puslitbangkesos sebagai Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial, mendapatkan peran untuk fokus melakukan penelitian pada kebijakan yang ada di 5 daerah pilot project PKST. Sementara itu, ketua tim penelitian PKST Puslitbangkesos Dra. Indah Hurswati, M.Si. dan timnya Drs. Agus B. Purwanto, Drs. Suyanto, Muslim Sabarisman, AKS, dan Ayu Diah Amalia, S.Sos, M.Kesos, beberapa waktu lalu telah melakukan Assesment sebagai sebuah penjajagan sebelum melakukan penelitian.

Selain Puslitbangkesos, penelitian PKST juga melibatkan Balai Besar Penelitian Pengembangan dan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta, dan Lembaga Penelitian (Lemlit) STKS Bandung. Dengan peran penelitian yang berbeda, yaitu B2P3KS lebih fokus pada Model Pelayanan, dan Lemlit STKS fokus pada Konsep dari penelitian PKST sendiri. Tentu saja, diharapkan semua unsur dalam program PKST ini dapat bersinergi secara maksimal untuk mewujudkan Indonesia Sejahtera.