Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (Puslitbangkesos) ingin memberikan masukan untuk pemetaan peran dan fungsi penelitian dan pengembangan kebijakan kesejahteraan sosial dalam kerangka Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pelaksanaan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). Disamping itu Puslitbangkesos juga ingin Memberikan masukan terhadap kelembagaan penelitian dan pengembangan kebijakan kesejahteraan sosial.

Terkait pembentukan BRIN serta pentingnya Kolaborasi dan sinergitas dalam semua stakeholder, hal itu menjadi kunci dalam menjalin sebuah kerjasama. Kata Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluh Sosial, Syahabuddin, dalam sambutannya pada Lokakarya “Puslitbangkessos dalam transformasi tugas dan fungsi kelitbangan Kementerian/Lembaga terhadap pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta pelaksanaan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN)” yang dilaksanakan pada hari Selasa, 8 Oktober 2019 di Hotel Best Western Jakarta.

Hadir dalam acara ini Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Eva Rahmi Kasim dan Sekertaris Badiklitpensos Harapan Lumban Gaol.

Hadir dalam acara sebagai pembicara Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial, Harry Z. Soeratin, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI) Tri Nuke Pudjiastuti,  Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Ristek Dikti, Prakoso, dan  Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian PAN-RB, R. Roro Vera Yuantari Susilastuti.

Kedepan kita bisa lakukan banyak join riset untuk dapat mengefektifkan beban kerja, hal demikian agar beban kerja dapat lebih terukur, serta menjadi tantangan untuk kita terkait kualitas SDM yang kita miliki untuk kedepannya. Kata Harry Z. Soeratin

Prakoso melanjutkan, RIRN merupakan rencana induk jangka Panjang, hingga tahun 2045 hal ini dikuatkan dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Diatur pula dalam Perpres No. 38 tahun 2018 yang menjelaskan tahapan terkait rencan induk penelitian. Apa yang akan kita kerjakan kedepannya terkait dengan riset dan teknologi.

Dalam hal ini, Kurang Optimalnya hasil dari penelitian dan pengembangan, padahal ada anggaran yang selalu digelontorkan untuk penelitian dan pengembangan di Indonesia. Faktanya, ada banyak SDM yang berkualitas, akan tatapi terbentur oleh business as usual. Hal yang harus diperbaiki terlebih dahulu yaitu kita harus menyelesaikan masalah di Internal, dibandingkan harus bersusah payah untuk membahas BRIN. Jelas Roro Vera yang disampaikannya dalam acara tersebut.

Trasnformasi Puslitbangkesos sebagai pusat riset dan pengembangan Kesos di dalam mengahasilkan riset belum dimanfaatkan secara optimal. Karena hasil penelitian yang telah kita lakukan tidak tepat kebutuhannya terkait dengan unit teknis . Dalam hal ini, kami mencoba untuk melakukan transformasi kedalam, terkait kelembagaan dan koordinasi dengan balai litbang. Jelas Eva Rahmi Kasim.