Program Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi salah satu program unggulan Kementerian Sosial yang layak untuk dilanjutkan karena dinilai berhasil memicu, memupuk dan menghadirkan kembali rasa solidaritas kesetiakawanansosial. Bantuan stimulan dari Kementerian Sosial sebesar 15 juta/rumah dalam program Rehsos Rutilahu ternyata diikuti dengan mobilisasi dana dari sumber lain sehingga mencapai jumlah yang cukup signifikan untuk membangun fisik rumah. Disamping itu muncul solidaritas kesetiakawanan sosial masyarakat yang mendorong warga sekitar ikut serta bergotong - royong dalam memperbaiki rumah warga miskin penerima dana stimulan agar memenuhi syarat layak huni.

Fakta ini menjadi salah satu temuan lapangan dalam penelitian “Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Empat Provinsi”. Drs. Ahmad Suhendi, M.Si selaku peneliti menyajikan hasil penelitian tersebut dalam kegiatan “Seminar Hasil Penelitian 2016 Puslitbangkesos” di Hotel Golden Boutique, Jakarta, (23/2/2017). Bersama anggota tim peneliti lainnya - Sugiyanto, S.Pd, M.Si, Muslim Sabarisman, A.KS, dan Dra. Nunung Unayah - penelitian ini merekomendasikan untuk bisa dilanjutkannya program Rehsos Rutilahu dengan beberapa catatan untuk penyempurnaan di tahun - tahun mendatang. Beberapa catatan penting dari tim peneliti diantaranya perlunya penyesuaian besaran dana stimulan disesuaikan kondisi daerah, intervensi komunitas yang lebih intensif untuk membangun partisipasi masyarakat, dan penguatan fungsi pendamping lapangan dalam membangun jejaring dengan stake holder lain di lingkungan sekitar.

Dalam sesi diskusi muncul dinamika dari peserta seminar dari Unit Teknis di Lingkungan Kementerian Sosial, Praktisi Sosial dan Akademisi Perguruan Tinggi. Staff Khusus Menteri Sosial Bidang SDM dan Program Kesejahteraan Sosial, Prof. Mas’ud, memberikan masukan untuk penyempurnaan program ini ke depan dengan merangkul potensi dana masyarakat dan dunia usaha diantaranya melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Kasubdit Bantuan Stimulan dan Penataan Lingkungan Dit. PFM Perdesaan, Drs. Sugiharto, M.Si menyambut baik hasil temuan penelitian ini karena sudah sesuai dengan arah pengembangan program ke depan. Selanjutnya peneliti diminta bisa menindaklanjuti dengan melakukan review terhadap SOP Program Rehsos Rutilahu yang telah diperbarui. 

Pada bagian akhir diskusi, konsultan penelitian, Dr. Yoyok Hendarso (UNSRI) dan Dr. Bagus Aryo (UI) berkomitmen penuh untuk mendukung penyempurnaan hasil penelitian ini sehingga menjadi Policy Brief yang bermanfaat untuk penyempurnaan program. Disamping itu konsultan mengharapkan pada penelitian - penelitian berikutnya Puslitbangkesos bisa lebih fokus pada isu - isu kebijakan strategis dengan metodologi yang tepat sehingga hasil - hasil penelitian langsung bermanfaat untuk user. Puslitbangkesos memiliki peran yang strategis dalam menyediakan basis data lapangan untuk mendukung visi perumusan kebijakan berbasis hasil penelitian (evidence base policy).

Paparan Penelitian Rehsos Rutilahu menjadi salah satu rangkaian kegiatan “Seminar Hasil Penelitian 2016 Puslitbangkesos” yang berlangsung pada 22 - 24 Februari 2017 di Hotel Golden Boutique, Jakarta. Seminar  ini mengagendakan paparan 5 judul penelitian : 1). Dampak Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Dalam Penanggulangan Kemiskinan, 2). Pemetaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesejahteraan Sosial, 3). Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, 4). Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rehsos Rutilahu) di Empat Provinsi, dan 5). Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT).

Dalam laporannya, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (Puslitbangkesos), Drs. Mulia Jonie, M.Si menyatakan bahwa kegiatan seminar ini merupakan agenda rutin tahunan dari Puslitbangkesos sebagai bentuk pertanggungjawaban profesional dalam melaksanakan penelitian yang sesuai kaidah ilmiah untuk bisa mengevaluasi, menyempurnakan dan mengembangkan kebijakan dalam bidang Kesejahteraan Sosial. - J@ -