Bedah Buku : “Membantu Pemulihan Pecandu Narkoba dan Keluarganya”

Indonesia darurat Narkoba dan menjadi perhatian berbagai pihak dan Pemerintah Indonesia menerapkan hukuman mati bagi pengedar narkoba. Narkoba begitu cepat menimbulkan ketergantungan serta ketika pecandu narkoba sangat sulit untuk ditangani dan disembuhkan. Terdapat 4 model  strategi atau cara pendekatan sesuai dengan disiplin ilmu yang ada, yaitu 1) Model Moral-Legal, 2) Model Medis dan Kesehatan Masyarakat, 3) Model Psikososial, dan 4) Model Sosial-Budaya.”

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Satya Joewana, SP, Kj pada kegiatan Bedah Buku yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (Puslitbangkesos, 3/3/2015) bertempat di ruang seminar lantai. 2. Kegiatan Bedah Buku yang berjudul "Membantu Pemulihan Pecandu Narkoba dan Keluarganya" dibedah langsung oleh sang penulis dr. Satya Joewana, SP, Kj., dan sebagai pembahas yaitu Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Kementerian Sosial RI Bapak Drs. Waskito Budi Kusumo, M.Si.

Bedah Buku pada tahun 2015 ini dihadiri oleh 56 pegawai di lingkungan Puslitbangkesos yang merupakan Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional Peneliti, Fungsional Litkayasa, dan Fungsional Umum, perwakilan dari B2P3KS Yogyakarta dan perwakilan dari Badan Litbang Kemenkumham.

Dalam sambutanya, Kepala Puslitbangkesos Dr. Dwi Heru Sukoco, M.Si. menyebutkan bahwa saat ini Indonesia dalam kondisi darurat narkoba, banyak hal yang disiapkan Kementerian Sosial untuk pemberantasan narkoba, salah satunya yaitu Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang merupakan sistem kelembagaan tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika khususnya pasal 55. Dan pada tahun ini Puslitbangkesos akan melakukan penelitian terkait dengan program IPWL tersebut.