Pembangunan kesejahteraan sosial sebagai bagian dari pembangunan nasional yang mencakup pembangunan seluruh Bangsa Indonesia khususnya ditujukan kepada kelompok masyarakat kurang beruntung atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dalam penyelenggarannya, pembangunan kesejahteraan sosial memerlukan data yang memadai sehingga pembangunan dapat dirancang dengan tepat. Aktivitas yang dapat dipertanggungjawabkan dalam hal ini adalah penelitian.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial mengamanatkan Kementerian Sosial untuk menyelenggarakan Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial, termasuk didalamnya upaya-upaya untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial. Untuk alasan itu, Kemenetrian Sosial RI melalui Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklitkesos) memiliki salah satu tugas untuk melakukan penelitian dan pengembangan berkaitan dengan kebijakan penanganan masalah kesejahteraan dan praktik pekerjaan sosial di Indonesia.

 

Dalam pelaksanaannya, hasil penelitian Kesejahteraan sosial yang dilakukan Kementerian Sosial RI melalui Badiklitkesos harus mampu merespon berbagai kebutuhan di lingkungan Kementerian Sosial dan mitra kerja Kementerian Sosial, baik dalam maupun luar negeri, yang mempunyai kegiatan dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial di Indonesia.

 

Sebagai upaya untuk menindaklanjuti fenomena dan pemikiran tersebut di atas, Kementerian Sosial melalui Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklitkesos) memandang perlu untuk melakukan kegiatan publikasi dan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan kesejahteraan sosial ini melalui “Konferensi Nasional Hasil-hasil Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial III Tahun 2014” dengan tema Mewujudkan Kebijakan Kesejahteraan Sosial Berbasis Riset Melalui Konferensi Hasil Penelitian”..

 

Konferensi ini memiliki 4 (empat) tujuan utama, yaitu :

 

1.        Tersosialisasikannya hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan studi kebijakan, pengembangan prototype model pelayanan dan nuansa conceptual framework Pekerjaan Sosial.

 

2.        Meningkatnya pemahaman para pengguna (stakeholders) tentang manfaat hasil penelitian dan pengembangan bagi perumusan rencana, kebijakan, dan peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial, sesuai dengan kondisi objektif permasalahan kesejahteraan sosial, kebutuhan, dan sumber-sumber yang ada dalam penanganan permasalahan sosial di Indonesia.

 

3.        Terwujudnya sinergitas antara penelitian dan pengembangan kesejahteraan sosial dengan direktorat teknis di lingkungan Kementerian Sosial serta dengan pihak lain, sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh unit teknis pengguna hasil penelitian.

 

4.        Terwujudnya tukar menukar informasi dan pengalaman terkait dengan fokus penelitian dan perkembangan berbagai metode penelitian yang dapat diterapkan di lingkungan Badan Pendidikan dan Penelitian Sosial maupun pihak lain.

 

    

 

Di samping untuk menjawab itu, dengan penyelenggaraan konferensi ini diharapkan akan dapat:

 

a)        Memberi gambaran kondisi objektif tentang permasalahan kesejahteraan sosial dan aplikasi intervensi pekerjaan sosial kepada unit pelaksana teknis di Kementerian Sosial dan Mitra Kerja Kementerian Sosial dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial di Indonesia.

 

b)        Membantu dalam membuat dan menyempurnakan program-program pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya  di lingkungan Kementerian Sosial RI dan mitra kerjanya.

 

c)        Menciptakan peluang untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan penelitian, analisis kebijakan, maupun penyusunan program-program penanganan masalah kesejahteraan sosial di Indonesia.

 

 

Peserta konferensi ini diperkirakan sebanyak 150 orang, di samping para peneliti di lingkungan Kementerian Sosial dan Peneliti dari Forum Komunikasi Kelitbangan Kementerian/Lembaga, juga para Dosen, Mahawasiswa juga praktisi dan pembuat kebijakan bidang kesejahteraan sosial/pekerjaan sosial.  Dan tentunya juga rekan-rekan dari media massa yang selama ini consern pada pemberitaan masalah-masalah kesejahteraan sosial di Indonesia.

 

 

Tema utama kegiatan konferensi ini adalah “Mewujudkan Kebijakan Kesejahteraan Sosial Berbasis Riset Melalui Konferensi Hasil Penelitian, dalam penyelenggaraannya konferensi akan terbagi dalam 4 (empat) topik bahasan, yaitu:

 

a)            Kelompok 1:  Kebijakan dan Program Penanggulangan Kemiskinan, membahas empat hasil penelitian:

 

1)      Fungsi Perlindungan Sosial Program Subsidi Beras bagi Masyarakat Berpenghasian Rendah (RASKIN). Penyaji : Anwar Sitepu – Puslitbangkesos.

 

2)      Dukungan Pemda terhadap Penanganan Anjal di Indonesia.

 

Penyaji : Enkeu Agiati – STKS.

 

3)      Kajian Aksesibilitas RTSM dalam Menjangkau Program BPJS.

 

Penyaji : Eny Hikmawati – B2P3KS Yogyakarta.

 

4)      Difusi Inovasi Teknologi Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Status Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Penyaji : Ekowati Retnaningsih – Badan Penelitian dan Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan.

 

b)          Kelompok 2: Kebijakan dan Program Perlindungan Sosial, membahas beberapa makalah hasil penelitian:

 

1)      Mid-Term Evaluation of the Pusat Dukungan Anak dan Keluarga Model Report in 2013. Penyaji : Tata - Save the Children

 

2)      Penelitian Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Penyaji : Balitbang Kemenhuk HAM

 

3)      Survey Kekerasan Terhadap Anak (SKTA).

 

Penyaji : Alit Kurniasari – Puslitbangkesos.

 

4)      Perlindungan Sosial Bagi Anak Korban Tindak Kekerasan.

 

Penyaji : Nurdin Widodo – Puslitbangkesos.

 

c)           Kelompok 3: Topik: Kebijakan dan Program Rehabilitasi Sosial akan membahas empat makalah, yakni:

 

1)      Konsep Diri ODHA : Studi Kasus ODHA Dampingan Kelompok Peduli AIDS (WPA). Penyaji : Zainal Hakim – STKS.

 

2)      Efektivitas Program Asistensi Orang dengan Kecacatan (ASODK).

 

Penyaji : Soetji Andari – B2P3KS Yogyakarta.

 

3)      Kajian Kompetensi Tenaga Pendamping bagi Penyandang Disabilitas.

 

Penyaji : Murdiyanto – B2P3KS Yogyakarta.

 

4)      Model Rehabilitasi Sosial Gelandangan Psikotik Berbasis Masyarakat di Panti “Nurssalam” Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

 

Penyaji : H. Karnadi Hasan – Balitbang Provinsi Jawa Tengah

 

d)Kelompok 4: Kebijakan dan Program Jaminan Sosial, akan membahas empat makalah, yakni:

 

1)      Perlindungan Sosial bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyaji : Muhtar – Puslitbangkesos.

 

2)      Evaluasi Program Keserasian Sosial dalam Penanganan Konflik Sosial.

 

Penyaji : Setyo Sumarno – Puslitbangkesos.

 

3)      Evaluasi Potensi Terjadinya Konflik Sosial pada Masyarakat Miskin.

 

Penyaji : Balitbang Kemenhuk HAM

 

4)      Studi Kasus Kampung Siaga Bencana. Penyaji : Gunawan – Puslitbangkesos.

 

 

Para penyaji dalam kegiatan konferensi ini di samping para Peneliti dari lingkungan internal Kementerian Sosial RI, yang terdiri dari Peneliti dari Puslitbangkesos (Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial) Jakarta, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Yogyakarta, dan juga peneliti dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, juga turut menyajikan para Peneliti dari instansi lain ) Badan Litbang Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Sumatera Selatan) serta NGO, seperti: Peneliti dari SMERU dan Save the Children.

 

 

Di samping kegiatan konferensi itu sendiri, nanti akan diadakan juga pameran hasil penelitian dan pengembangan kesejahteraan sosial, seperti buku-buku yang berisi hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklitkesos) Kementerian Sosial.

 

Kegiatan konferensi ini dilaksanakan pada Selasa tanggal 25 November 2014 bertempat di Kampus Pusat Pendidikan dan Latihan Kesejahteraan Sosial (Pusdiklat Kesos), Jl. Margaguna,  Nomor 2 Jakarta Selatan.

 

Konferensi ini diselenggarakan selama 1 (satu) hari, namun demikian diharapkan dari penyelenggaraan ini akan semakin memperkuat komitmen bersama kita untuk menjadikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan sebagai basis pijakan dalam penyusunan dan perumusan kebijakan dan program pembangunan bidang Kesejahteraan Sosial.

 

Jakarta, November 2014

 

Kepala Puslitbangkesos

 

 

                                                                                                    Dr. DWI HERU SUKOCO, M.Si.