Pekerjaan besar dirancang oleh Kementerian Sosial pada tahun 2012 ini, yaitu “Bedah Kampung” di 1.000 titik. “Bedah Kampung” adalah model pengembangan pemberdayaan keluarga miskin melalui rehabilitasi rumah tidak layak huni. Kementerian Sosial mendata sebanyak 2,3 juta rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia. Tetapi anggaran Kementerian Sosial setiap tahunnya hanya mampu untuk membedah 15.000 unit rumah. Artinya, pekerjaan besar tersebut akan selesai dalam 153 tahun dengan asumsi besarnya anggaran per tahun tetap.

Untuk itu diperlukan sumber anggaran di luar APBN, yaitu dari APBD I, APBD II, dunia usaha, dan donatur dalam mau pun luar negeri. Semua pihak yang memiliki sumber daya, seharusnya mendukung pencapaian tujuan tersebut. Gubernur dan Wali Kota/Bupati diharapkan pandai-pandai mencari peluang dan terobosan dalam mendukung program “Bedah Kampung” tersebut. Sebagaimana dianamatkan undang-undang, bahwa bidang sosial (kesejahteraan sosial) merupakan bidang pembangunan yang juga menjadi urusan wajib Pemda.

“Bedah Kampung” ini harus ada perbedaan yang tegas dengan “Bedah Rumah” yang dilaksanakan Kementerian Perumahan Rakyat. “Bedah Kampung” harus ditempatkan sebagai bagian tidak terpisahkan dari program penanggulangan kemiskinan, sebagai program unggulan Kementerian Sosial. Untuk itu, selain kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni, hendaknya dilakukan pula kegiatan bimbingan sosial dan penyuluhan sosial yang dilakukan oleh pekerja sosial dan penyuluhan sosial. Tenaga Kesejahteraan Sosial yang ada di tingkat lokal, hendaknya dilibatkan dalam kegiatan “Bedah Kampung” ini. Hasil akhirnya, selain rumahnya layak huni, keluarga miskin mengalami perubahan pada pola pikir, sikap mental dan perilaku sosial.

Sejalan dengan paradigma pembangunan berpusat pada rakyat (people center) development), bahwa salah satu peranan Kementerian Sosial sebagai stimulator. Rehabilitasi rumah merupakan program stimulan, yang diharapkan menstimuli Pemda dan semua elemen masyarakat untuk mengambil peranan yang lebih besar. Misalanya, dari 100 unit rumah yang direhab, Kementerian Sosial mendanai 10 rumah, Pemda 30 rumah, dunia usaha 20 rumah dan swadaya masyarakat 40 rumah (4/8-2012).